ngaji ✅ dikejar anjing ✅
kelas 1. mimisan, pawai
kelas 2. tragedi guru ✅ kidzania ✅
Kenaikan kelas 2, aku masuk ke kelas 2A dengan wali kelas Bu Bella dan Pak Siddiq. Di semester 1 dengan suasana kelas yang baru aku senang karena mendapat guru baru serta masih muda. Di kelas 2 ini aku sekelas dengan beberapa temanku yang berada di kelas 1 sehingga kami mudah berteman tetapi karena adanya teman baru jadi aku memutuskan untuk berkenalan serta mulai berteman dengan mereka. Teman yang sangat dekat denganku ada 2 dengan jenis kelamin perempuan yaitu Yaffa dan Ira. Mereka berdua itu anaknya sangat tomboy sama seperti diriku jadi aku mudah akrab dengan mereka berdua. Tidak hanya teman kelas 2A saja tetapi aku dekat dengan teman teman-teman dari kelas 2B jadi aku memiliki banyak teman dari yang sekelas hingga di kelas lain. Pada saat baru beberapa bulan di kelas 2, kami sekelas mendapatkan kabar bahwa wali kelasku yaitu Bu Bella ingin menikah sehingga kami semua diundang oleh dirinya untuk menghadiri pernikahannya. Kami sekelas mendengar kabar itu begitu senang karena guru kami akan menikah dan kami semua diuandang. Pernikahan Bu Bella dilaksanakan di Taman Mini jadi ada beberapa temanku yang bersama pada saat pergi ke sana tetapi aku bersama ibuku pergi ke tempat tersebut. Pernikahan Bu Bella sangatlah megah dan banyak makanannya, bagi anak kelas 2 makanan itu adalah hal yang sangat menyenangkan karena dapat membuat perut terisi hingga kenyang. Acara pernikahannya sangat meriah karena banyak orang yang berdatangan ke tempat itu bukan hanya para guru dan murid tetapi banyak teman dari kedua pengantin yang membuat acara tersebut lebih meriah. Acara tersebut berlangsung sangat luar biasa sehingga tidak terasa waktu sudah sore yang membuat aku dan ibuku harus pulang terlebih dahulu.
Tak berselang lama dari acara pernikahan Bu Bella, kami mendapatkan kabar bahwa wali kelas kami yaitu Bu bella mengalami kecelakaan saat ingin pergi ke sekolah sehingga beliau tidak masuk sekolah dan dilarikan ke rumah sakit. Kami semua yang mendengar kabar tersebut tentu kaget karena baru beberapa hari yang lalu Bu Bella memberikan snack ringan kepada kami, ada diantara teman kelasku yang menangis mendengar kabar buruk itu dan ada beberapa juga yang terlihat kaget. Aku dan kedua temanku yaitu Yaffa dan Ira merasa sedih atas apa yang terjadi terhadap wali kelas kami. Dengan membicarakan hal ini, kami sekelas berencana untuk menjenguk Bu bella bersama-sama tetapi kata Pak Siddiq tidak boleh karena takut mengganggu sehingga kami hanya mengirimkan perwakilan dari kelas saja untuk menjenguk Bu Bella di rumah sakit. Bu Bella di rawat sekitar 3 hari di rumah sakit lalu setelah itu melakukan pengobatan mandiri di rumahnya, jadi dia tidak terlalu lama di rumah sakit. Selama Bu Bella tidak masuk, kelasku menjadi sangat berisik sehingga terdapat guru yang menggantikan Bu Bella untuk sementara waktu, dia bernama Bu Iday. Hampir 1,5 bulan Bu Iday menggantikan wali kelasku yang sebenarnya.
Setalah tidak masuk selama 1,5 bulan akhirnya Bu Bella kembali lagi ke sekolah. Kami yang melihat itu sangat senang dengan kedatangan Bu Bella tapi dapat dilihat dari luka yang masih basah di lengan Bu Bella. Aku yang penasaran bagaimana beliau bisa kecelakaan pun akhirnya bertanya bagaimana bisa semua itu terjadi. Bu Bella pun kemudian bercerita kepada kami bahwa saat dirinya ingin pergi ke sekolah, dirinya membawa motor sedikit lebih cepat dari biasanya jadi pada saat dirinya ingin menyalip mobil yaris, tidak seimbang yang dirasakan yang mengakibatkan motornya goyang hingga terserempet mobil tersebut. Bu Bella yang kaget akhirnya terjatuh dari motor laku terseret oleh mobil itu. Untungnya ada yang memberhentikan mobil itu jadi Bu Bella tidak telalu parah. Lukanya dapat terlihat di area mata, lengan, kaki, pipi hingga keningnnya. Aku dan teman-temanku yang mendengar cerita itu merasa sangat prihatin atas kejadian yang di alami oleh wali kelas kami. Hingga terus berjalannya waktu, tidak terasa luka yang melekat pada tubuh dirinya perlahan mulai menghilang.
Di semester 2 ini aku mendapat kunjungan ke tempat wisata yaitu Kidzania. Aku sangat senang mendengar berita itu hingga menantikan hari dimana aku berangkat pergi untuk ke sana. Karena aku begitu semangat untuk pergi ke sana jadinya aku begitu semangat untuk berangkat sekolah. Hari pun berlalu hingga menjelang seminggu dari hari keberangkatan ke Kidzania. Aku mendapatkan baju edukasi sehingga aku dan angkatanku menggunakan baju edukasi yang serempak. Aku mendengar dari para guru bahwa sekolah akan menyediakan beberapa bus untuk kelas 1 sampai kelas 6. Hari yang ditunggu oleh 6 angkatan pun tiba, hari dimana keberangkatan menuju tempat wisata. Aku pergi ke sana satu bus dengan kelas 2B jadi total bus yang disewa oleh pihak sekolah terdapat 6 bus. Aku dan kedua temanku duduk bersama ditempat kursi yang untuk tiga orang, di dalam bus juga ditemani oleh beberapa guru agar tetap kondusif. Di dalam bus aku tidak bernyanyi tetapi melafalkan hafalan yang sudah dihafalkan sehingga suasana di dalam bus sangat seru, setelah selesai melafalkan hafalan, aku serta teman-temanku yang lain menyanyi dan memakan snack yang kami bawa. Tak terasa selama kurang lebih sekitar dua jam perjalan, akhirnya kami semua sampai di tempat yang dituju.
Aku turun dari bus dan baris sesuai dengan kelasnya masing-masing. Aku masuk ke dalamnya, pada saat masuk aku begitu kagum akan keindahan tempat itu. Waktu aku masuk ke dalam, kami semua terpencar ke tempat yang ingin dituju, tempat yang aku tuju pertama kali yaitu klinik. Di klinik itu aku menjadi seorang pasien, aku tidak sendiri tentunya ada beberapa murid dari kelas lain yang ikut ke dalam klinik tersebut. Jadi, ada sekitar lima orang yang menjadi pasien akibat tertabrak secara beruntun sehingga datang dokter untuk memeriksa keadaan kami semua. Setelah diperiksa oleh dokter, kami dibawa menggunakan mobil ambulance mini ke sebuah klinik yang tadi. Karena aku melakukan tugas sebagai pasien yang baik akhirnya digaji dan mendapatkan minuman yaitu Pocari Sweat. Aku tentu saja merasa senang karena mendapatkan gaji akhirnya aku pergi ke tempat membuat roti. Di Bogasari itu aku belajar bagaimana cara membuat sebuah roti, kemudian aku ke tempat membuat silverqueen, membuat sim mobil yang hanya berlaku di Kidzania saja. Setelah lama mengunjungi tempat yang menarik, aku pun diarahkan untuk ke tempat ruang makan suapaya melaksanakan isoma bersama. Tak butuh waktu yang lama, selesai melaksanakan isoma, aku kembali mencari tempat untuk dikunjungi lagi. Tujuanku adalah tempat proses pembuatan teh. Di tempat itu aku belajar bagaimana proses pembuatan teh secara bertahap, selesai dari itu aku mendapatkan teh gratis dari tempat teh tersebut. Di sana aku mendapatkan banyak ilmu yang belum pernah diketahui dan tak lama dari itu akhirnya aku bersiap untuk kembali ke bus untuk pulang.
Di dalam bus banyak dari kami menceritkan pengalaman mereka masing-masing saat berada di sana bahkan kedua temanku begitu senang atas tempat wisata yang dikunjungi. Bus pun berjalan menuju arah pulang ke sekolah, di bus kami menyanyi riang kembali dan menjadikan pengalaman ini hal yang begitu menyenangkan. Banyak dari kami yang tertidur di dalam bus karena begitu lelah mengunjungi tempat-tempat menarik yang berada di kidzania tadi. Tak terasa, kurang lebih sekitar tiga jam perjalanan arah pulang, aku pun sampai ke sekolah lalu kami semua mengucapkan perpisahan untuk kembali ke rumah masing-masing. Aku pulang ke rumah bersama ibuku dengan selamat sampai di rumah. Tidak berselang lama setelah melakukan edukasi itu, aku melaksanakan ujian penilaian akhir semester untuk kenaikan kelas 3.
kelas 3. dituduh dorong teman dari atas meja ✅ dpat adik ✅
Awal aku di kelas 3, aku masuk ke kelas 3A dan aku mendapatkan wali kelas yaitu Bu Denny dan Pak Subhan. Aku selama 2 hari melakukan pengenalan terhadap wali kelas sehingga tidak belajar terlebih dahulu, setelah melakukan pengenalan di kelas tiga akhirnya aku melaksanakan belajar efektif seperti di kelas 2 dan 1. Bu Denny atau biasa lebih dikenal sebagai Ms. Denny adalah guru yang sangat sabar dengan para muridnya. Di kelas 3A terdapat beberapa anak yang begitu pintar yang bernama Rania, Joanna dan Kimi. Mereka lah yang menjadi sainganku di dalam kelas untuk meraih peringkat 10 besar.
Selama di semester 1, aku belajar seperti biasanya tapi terdapat beberapa pelajarannya yang mulai sedikit sulit daripada kelas sebelumnya. Di kelas 3 ada kegiatan yang bernama Market Day, dimana para siswa berjualan dengan harga yang murah. Di market day ini aku berjulan harus menggunakan bahasa Inggris untuk melatih para siswa dalam berbahasa Inggris suapaya lancar. Pada saat itu aku berjualan donat coklat dan banyak yang membeli daganganku, walau aku tidak begitu pandai bahasa Inggris tetapi aku masih bisa sedikit-sedikit. Di sana siswa yang berjualan akan di nilai oleh para guru bahasa Inggris sejauh mana mereka lancar dalam menggunakan bahasa tersebut. Selesai acara market day berlangsung, aku pulang ke rumah dan memberikan hasil jualanku kepada ibuku. Tak berselang lama, tepatnya bulan Agustus 2016 aku pada saat itu berada di sekolah dan belajar seperti biasanya, kemudian saat pulang sekolah, Ira yang pada hari Minggu ulang tahun membagikan makanan kepada anak sekelas dan selesai membagikan makanan aku pun ingin pulang, saat sudah mendekati pos satpam aku dijemput oleh om ku. Dia bilang bahwa ibuku telah melahirkan adikku yang kecil mendapat kabar bahwa adikku telah lahir, aku sangat senang karena mendapat adik baru dengan berjenis kelamin lelaki. Aku bergegas pulang ke rumah nenekku karena om ku berkata bahwa adikku di rumah nenekku. Sesampainya di rumah nenek, aku langsung masuk ke dalam kamar dan melihat adik kecilku yang begitu imut, ku cubit pelan pipinya serta mencium keningnya. Adik kecilku diberinama Wisesa Halilintar Darmawan Syarif. Melihat kecilnya adikku akh bertanya kepada nenek ku apakah adik ku itu sehat yang ternyata nenekku berkata memang sewaktu kecil bayi pasti kecil sekali. Aku pun bertanya kepada nenekku dimana ibuku, lalu nenekku menjawab ibuku dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan yang dialami setelah melahirkan adikku yang kecil.
Di semester 2, aku mulai giat belajar karena hasil rapot selama di semester 1 lumayan bagus tetapi aku masih masuk 15 besar dan aku sedikit menyesal karena tidak bersungguh-sungguh selama di semester sebelumnya. Tetapi pada saat itu aku mendapatkan sebuah tuduhan dari temanku yang bernama Ira. Jadi, pada saat selesai olahraga, aku ke kelas terlebih dahulu untuk mengambil baju gantiku, tidak lama dari itu datanglah Ira dan Jasmine. Saat kami bertiga ingin pergi keluar kelas tidak sengaja terdengar suara keributan dari luar kelas sehingga aku naik ke atas meja untuk melihat di jendela keadaan di luar kelas karena pintu kelas dikunci dari luar kelas oleh anak lelaki. Ira dan Jasmine yang penasaran pun ikut naik ke atas meja, awalnya aku sudah melarang mereka berdua untuk ikut naik ke atas meja tapi mereka mengabaikan ucapanku sehingga aku turun lebih dahulu karena takut terjatuh. Baru saja turun dari atas meja, terdengar suara orang jatuh dan ketika aku melihat ke belakang ternyata temanku yaitu Ira terjatuh dari atas meja, aku pun membantunya untuk berdiri. Aku rasa suara itu terdengar hingga ke depan kelas sehingga anak lelaki yang di luar melihat ke dalam kelas dan bertanya pada kami bertiga tapi Ira melarang aku dan jasmine untuk menceritakan ke mereka semua. Kami berdua hanya mengangguk mengerti, tidak lama dari itu kelas pun mulai ramai dan kami bertiga pergi untuk berganti baju. Setelah berganti baju dan melanjutkan pelajaran berikutnya, tidak terasa bel pulang telah berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran hari ini telah selesai.
Keesokan harinya, pada saat pulang sekolah aku dipanggil oleh ibunya Ira karena aku dipanggil akhirnya aku mendekat ke arah ibunya. Di situ ibu Ira bertanya kepadaku kenapa pinggang Ira memar, saat aku ditanya seperti itu aku pun menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya dan baru diketahui kalau Ira cerita ke orang tuanya bahwa dia baru saja jatuh dari atas meja karena diriku. Tentu saja aku terkejut mendengar hal itu karena secara tidak langsung bahwa dia sudah memfitnah diriku. Saat pulang sekolah aku menceritakan semua yang aku alami tadi kepada ibuku. Ibuku mendengar itu pun marah dan menyuruhku untuk bilang kepada Ira kenapa dia seperti itu saat esok sekolah, aku un menuruti perkataan dari ibuku. Di pagi hari yang indah aku berangkat sekolah dan pada saat Ira sudah datang aku bertanya kepada dirinya mengapa dia melakukan hal semacam itu dan dia menjawab bahwa dirinya takut kena marah oleh ayahnya sehingga dia menyalahkan diriku atas kecerobohan dirinya sendiri. Aku pun begitu marah kepada dia dan akhirnya Jasmine meminta kami berdua untuk saling bermaaf-maafan. Kami berdua pun akhirnya berbaikan dan Ira berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi.
kelas 4. camping di jambore
Kenaikan kelas 4, aku masuk ke kelas 4B dengan wali kelas Ms. Duwi dan Pak Muchtar menurutku mereka berdua adalah wali kelas paling asik dari wali kelas yang sebelumnya karena mereka mudah bercanda sehingga saat sedang pembiasaan mereka dapat mencairkan suasana. Di kelas 4 aku sekelas lagi dengan seorang anak perempuan yang bernama Annisa atau lebih dikenal dengan panggilan Nisa. Aku sekelas dengan Nisa selama 4 tahun berturut-turut sehingga aku mengenal dirinya dengan baik. Jadi, aku berteman dengannya di kelas 4 karena selama kelas 1 sampai kelas 3 aku tidak terlalu dekat dengannya. Aku dekat dengan dia pertama kali karena ibunya memberikan puding yang rasanya sangat enak sehingga membuat diriku begitu dekat dengan dirinya.
Di semester 1, aku mendapat sepatu baru dari ayah karena sepatu lamaku hanyut di kali depan sekolahku saat ingin pulang. Pada saat itu sedang hujan sehingga aku melepas sepatuku untuk memberikan kepada ayahku yang pada waktu itu sedang menjemput diriku. Pak satpam saat itu menawarkan untuk memegang kedua sepatuku sehingga ayahku memnyuruhku untuk meminta tolong pegangkan kedua sepatuku. Saat itu aku memberikan sepasang sepatuku kepadanya tetapi dirinya tidak memegang kedua sepatuku begitu kuat yang menyebabkan salah satu sepatuku terjatuh ke kali tersebut. Ayahku yang melihat kemudian melempar sepatuku yang sebelahnya lagi kemudian ayahku berkata tidak apa-apa karena jika ada yang menemukannya itu sama aja kita berbagi rezeki kepada mereka. Aku pun hanya mengangguk saja dan kembali ke rumah tanpa sepatu. Sesampainya di rumah, aku menceritakan hal itu kepada ibuku lalu ibuku berkata bahwa apa yang dikatakan oleh ayahku itu benar, setelah itu aku dipanggil oleh ayahku dan dia berkata bahwa besok aku akan dibelikan sepatu baru. Aku yang mendengar hal itu pun sangat senang.
kelas 5. foto sekelas jdi bantal, ke tmpt ASEAN
kelas 6. penghargaan, bandung, meninggalnya om, munaqasyah
kelas 7. covid
kelas 8. covid/face to face
kelas 9. masuk 10 besar
kelas 10. dijauhin tanpa alasan, p5